Dulu mungkin saya sering berpikir bahwa kita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk menggapai mimpi. Menurut saya dulu kebanyakan orang sekolah tinggi bukannya memperjelas keadaan malah memperumit, bukannya mencerahkan malah membingungkan, kebanyak dari mereka yang akademisi selalu merasa benar dan egois seakan bidangnya yang terbaik.
Anggapan dangkal itu bukannya tanpa dasar. saya merasakan betapa tidak efisiennya sistem pendidikan di Indonesia. Sedari SD hingga SMA kita dipaksa untuk menghafal, menjadi mesin yang terus bekerja tanpa kita tahu apa esensi mengapa kita belajar. Terlebih ketika televisi, teman (hiburan) yang paling dekat dengan dunia kita selalu menyajikan ruang ketidakpuasan akan pemerintah dan penguasa, padahal mereka adalah lulusan perguruan tinggi.
waiting for related post