salah pilih

mungkin saya salah dalam memilih, hingga saya tidak memanfaatkan waktu belajar dengan tepat.

mengorbankan apa?

Ceritanya saat ini saya kembali mengalami kegalauan. Entah mengapa di setiap bulan April saya selalu mengalami hecic. Entah karena saya mulai semangat lagi untuk berorganisasi, kepanitian, ikut lomba, nulis, dan itu semua membuat waktu belajar saya jadi gak optimal. Timing saya untuk fokus di organisasi yang membutuhkan saya untuk maksimal jadi berkurang. Akibatnya saya seperti tidak profesional.

Saya ingat ada dosen saya, Pak Machfatih. ketika itu beliau bilang : Orang yang bekerja di banyak hal (tidak fokus) adalah orang yang tidak efisien dan memboroskan organisasi. Di satu sisi saya mengamini ucapan beliau. misalnya saja begini, hari minggu ada jadwal rapat kegiatan A sekaligus juga B. Karena saya ikut di dua kepanitian itu, saya jadi gak bisa fokus di keduanya. saya mungkin hanya bisa fokus satu hal dan mengesampingkan yang lain. atau malah, saya sama sekali gak fokus di kedua hal itu. saya cuma jadi setrika yang mondar-mandir. capek.

Bener juga sih kata bapak itu.

Disisi lain, saya juga pernah baca majalah yang memuat opini tentang kesibukan mahasiswa dari Anies Baswedan. beliau mengatakan bahwa mahasiswa harus mulai berani mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan (take risk-multitasking). karena sebenarnya dalam kehidupan, tidap orang tidak bisa memilih. Setiap orang adalah himpunan yang memiliki irisan ana-disini. Misal ketika nanti anda sudah berumur 30 tahun, punya istri, punya anak, dan bekerja, anda harus membagi waktu anda untuk semua hal itu alias anda tidak bisa memilih.

kemudian secara gak sengaja saya menemukan postingan di suatu situs bernama KASKUS, saya menemukan postingan demikian. Tulisan itu muncul dari Billy Boen, pendiri Young On Top.

x : “Bil, gimana ya, gua adalah orang yang semangat di awal, di tengah semangatnya hilang”

Billy boen : “Berarti apa yang Agan mau capai bukan apa yang Agan benar-benar mau capai. Karena kalau Agan mau sesuatu banget banget banget, semangat itu akan terus ada. Ilustrasinya: Agan haus, tapi baru ada orang yang jualan minum 5 kilometer lagi… apakah Agan akan berhenti dan nyerah… hilang semangat untuk mencari minum? Ngga kan? Agan akan otomatis terus berjalan hingga sampai di tempat yang menjual minum, bener? Jadi pastikan, apa yang mau Agan capai, adalah hal-hal yang benar-benar Agan mau capai.”

dari situ saya mulai berpikir. Ya, menjadi mahasiswa, aktif organisasi, dan sebagainya adalah pilihan. tapi kita harus cerdas menentukan mana yang menjadi tujuan kita. usahakan semuanya memiliki dampak panjang walau sekecil apapun keputusan itu.

Ayah, ayah, dan ayah…!

Malam ini saya tidak tahu harus mendifinisikan perasaan saya apa. usai sholat isya bersama ayah, saya merasa begitu damai. di akhir salam entah mengapa saya membayangkan sesuatu, dimana saya menangis dan menatap ayah yang tidak bernyawa lagi. disitu saya hanya mampu menagis, menderu, dan menjerit. saya tidak tahu mengapa saya tega membayangkan hal demikian. tapi itu bukan keinginan. ada terbesit pikiran saya merasa takut kehilangan ayah, takut kehilangan momentum sholat bersamanya. takut tidak sempat berfoto saat saya menikah kelak. saya takut. dan takut kehilangan ayah.

 

mungkin saya hanya dapat menyimpulkan semua bayangan itu adalah demi memotivasi saya. saya takut tidak bisa membahagiakan ayah, artinya saya harus membahagiakan ayah. dan apa sih kebahagiaan terakhir yang diinginkan ayah dari putri kecilnya? jawabannya adalah pasangan yang ideal bagi putri kecilnya. saya yakin ayah ingin ada yang menjaga saya. ayah ingin ada yang menggantikannya suatu saat di sisi saya, laki-laki yang baik. dan saya kan memenuhi semua itu.

 

unity in diversity

i know it has been long time to post. ketika tidak sengaja menemukan deretan foto ini di facebook syaila, saya menjadi ingat untuk membagikan pengalaman yang saya miliki saat konferensi International Interfaith Youth Meeting a.k.a desember 2011 lalu. Disana saya bertemu banyak teman baru, dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan negara yang berbeda. salah satu teman yang kemudian menjadi sangat akrab adalah Syaila, (the mid point one from your view). she is a bangladesh woman. Sometimes we go hang out together. saya ke kost-an dia dan masak sup ayam (You know, its the frst time i cook. Cool. Foolish! ). Syaila bilang gadis-gadis timur tengah rata-rata mandiri, at least mereka biasa masak sendiri. And  i dont know after that meeting i do really love cooking. i cooked sapi lada hitam, soto, pindang daging, and so on. we loved when we were at technical faculty then ate pirota (makanan asal bangladesh) yang dibuat syaila.

Here she is syaila, with Judy (a madagaskar sport woman) and Nguyen (nice dancer from Vietnam)

 

Image

 

universal-universe-universitas

Dulu mungkin saya sering berpikir bahwa kita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk menggapai mimpi. Menurut saya dulu kebanyakan orang sekolah tinggi bukannya memperjelas keadaan malah memperumit, bukannya mencerahkan malah membingungkan, kebanyak dari mereka yang akademisi selalu merasa benar dan egois seakan bidangnya yang terbaik.

Anggapan dangkal itu bukannya tanpa dasar. saya merasakan betapa tidak efisiennya sistem pendidikan di Indonesia. Sedari SD hingga SMA kita dipaksa untuk menghafal, menjadi mesin yang terus bekerja tanpa kita tahu apa esensi mengapa kita belajar. Terlebih ketika televisi, teman (hiburan) yang paling dekat dengan dunia kita selalu menyajikan ruang ketidakpuasan akan pemerintah dan penguasa, padahal mereka adalah lulusan perguruan tinggi.

waiting for related post

placing your way. everyone is the same!

new world and friendly world!

menjelang 19

tiba-tiba saya takut. galau, khawatir, saya merasa sia-sia (lagi)

saya ngga tahu seberapa sering saya bersikap kekanank-kanakan,
lelet ngerjakan sesuatu
menunda
takut untuk memulai
takut untuk beresiko
kurang pengertian
mengorbankan penting demi keegoisan saya yg minta “dimengerti”
menyimpan uang saya tanpa berbagi lebih banyak lagi
bersikap kurang menyenangkan
bicara tanpa kelugasan
semuannya. semuanya.

H-1

is there anyone grantee i’m involved? -_-

manfaatkan wktu sbaik mungkin

uts tinggal sehari lagi. god, i just have what i believe, and what i bring my (otak) for nalar. malem ini mau nyelesain project papper. smoga selesai….:))

Blog at WordPress.com.