Menyerah Untuk Maju

*Disini, saya berusaha untuk tidak memaparkan seperti yang orang lain kerap paparkan : bahwa anda yang punya kesempatan hidup lebih baik, harusnya bersyukur untuk lebih memenfaatkan kesempatan yang anda miliki, karena ada oranglain yang tak punya kesempatan itu. TIDAK. Saya tidak ingin bicara yang sama seperti yang sering Anda dengar. Saya ingin bicara untuk membawa Anda untuk berempati. Bila Anda tersentuh, itu karena saya merasakannya.

There is a one-time try, then successfully but there is also a failure. Sometimes new success comes after two to three tries or more times. So learn from failure, and never give up

Kata-kata diatas membuat saya teringat akan sesuatu si kala saya sedih dan merasa tidak mampu berbuat apa-apa. Mungkin lebih tepat dibilang GAGAL. Saya terlahir just as An Ordinary People. Kerap-kerapnya ketika pertama kali melakukan suatu pekerjaan saya tidak berhasil. Ada rasa malu dan sedih pada awalnya. Saya merasa begitu bodoh, dan saya yakin beberapa dari anda juga ada yang memiliki nasib seperti saya.
meski begitu, dalam diri saya, saya punya beberapa teman yang mungkin nasibnya tidak seberuntung saya. Sebut saja namanya Adi. Dia mengakui dia juga tidak lahir dengan pintar. Di tengah Kesuksesannya sekarang, pada awalnya beberapa kali ia gagal. Saya juga lihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa Adi bukanlah anak genius. Orangtuanya tidak berasal dari kalangan berada, dan kemungkinan orang-orang demikian tidak dapat memberi makanan bergizi pada anknya. Mungkin Adi tidak diberikan suplemen seperti kita. Dan yang dimakannya hanyalah makanan standar, standar sekali. Ia pernah gagal. Sering malah. Bahkan. orangtuanya tidak dapat membiayai kehidupan mereka dengan baik. Bisa dibayangkan, ketika saya dan anda yang sering berlarut-larut untuk SEDIH, sehingga membuang waktu untuk bangun, Adi dua kali lipat merasakan kesedihan itu. Pertama dia gagal, sama seperti yang kita rasakan. Yang kedua, dia pusing. Adi dibuat pusing, maka iapun berkata pada dirinya sendiri : “haduh, aku ini sudah tidak punya kemampuan, tidak punya uang, mau jadi apa?”

Kebayang? Merasa tidak bahwa kita beruntung? Kalo kita yang gagal, kemudian masih bisa minta bantuan ortu, keluarga, atau rekanan buat bisa lewat jalur mbayaw kayak nyogok ataupun kolusi, kebayang nggak si adi yang gagal itu mau ngapain? Adi paling-paling cuma duduk, dengan berpose tangannya menyangga dagu. Dia melamun. Dia melihat teman-temannya yang gagal itu tiba-tiba langsung bisa berbuat gini-gitu, jalannya lancar, sementara Adi? Dia cuma manggut-manggut.

Tapi, ternyata tidak kawan. Kenalan saya yang namanya Adi itu nggak demikian nasibnya sekarang. Dulu memang dia merasakan hal seperti yang saya utarakan diatas. tapi sekarang, Adi bisa sekolah di luar kota, di tempat yang mahal dan sangat berkualitas. Tentu saja, dia tidak membiayai itu semua dengan cara seperti yang kawan-kawan Adi lakukan. Karena ia tidak punya. Tapi dia pake strategi.

Adi memang anak yang biasa-biasa aja dari segala sisi. baik kemampuan belajar maupun materi. Tapi justru ketidakmampuan itu yang membuat dia instropeksi,

: “Oh aku tu cuma punya ini, aku gak pinter dan aku nggak kaya. Tapi aku pengen bisa pinter dan juga kaya. Kalo gitu aku harus dua kali bekerja. Kalo oranglain mulai belajar pukul tujuh, aku harus mulai pukul lima atau pukul empat. waktuku akan aku pake untuk hal-hal yang bermanfaat. Kalo yang bersifat sekunder akan kulakukan pada saat-saat senggang saja. Misal pas hari libur panjang. Diluar itu, aku akan belajar, aku akan semangat, dan aku akan berdoa sama Allah supaya menjaga terus semangatku. Ya Allah, kuatkan hamba-Mu dan berikan aku jalan. Aaamiin… “. Begitulah doa Adi.

Sekarang, yang saya lihat dari Adi dia begitu punya banyak “penggemar”. Beberapa orang mengagumi sifat dan kesuksesannya itu. Adi menjadi panutan. Dan langkah Adi tidak berhenti. Semoga kita bisa seperti Adi. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: