time that’s money or happines?

somebody says, time is money. waktu adalah uang.

Hal yang membuat saya kecewa karena di akhir pekan alias malem minggu yang selalu sering saya lakukan adalah relaksasi. menjelang jam setengah sebelas malam, saya baru ingat akan tujuan awal saya sebenarnya.. yaitu belajar di malam minggu.. tapi kerapkali gagal. Sepertinya saya belum punya cukup kuat untuk memiliki kegigihan. Dan barangkali, Tuhanpun ingin menunjukkan pada saya akan hasil yang memang sepantasnya saya terima untuk sekarang. Tiga kali uji coba Ujian Nasional, nilai saya selalu tidak bisa lepas dari kisaran rangking 4 hingga 7 di kelas. Jauh dibanding ketika duduk di kelas dua dulu, saya selalu ajeg di rangking dua. sebenarnya ada yang saya sadari , yaitu persaingan yang berbeda.

Teman-teman yang dulunya malas, sekarang menjadi sangat semangat dalam belajar. Walau sepertinya di sekolah agregat mereka tetap seperti yang dulu, tapi hasi berkata lain. Dan saya mencoba untuk tidak enyah dan berorientasi pada rangking semata. Tapi proses. Namun, ada suatu kesulitan. Yakni, dari dalam diri saya sendiri dan kendala eksternal. Faktor internal adalah ketika saya dapat nilai buruk minggu ini, minggu berikutnya saya menganggapnya ringan. Dan barangkali menyepelekan. Saya fokus pada mapel lain. Saya belajar sks. hingga larut malam, dan saat ujian tiba bangun setengah enam, tidak tepat sholat subuh. Dan hal-hal lain yang membuat diri saya terburu-buru, karena waktu saya yang sebelum-sebelumnya hanya saya gunakan untuk bermain-main dengan Fia atau melihat acara TV. sungguh, saya sendiri kecewa, pada diri saya sendiri dan kecewa pada teman-teman sekelas yang sukanya koar-koar, seperti pamer, menyombongkan diri, meskipun itu hanya main-main tapi ada sedikit unsur sungguhan. Saya menangis sendiri, itu seperti tidak ada gunanya, Saya berusaha di sau sektor, esok berhasil, esoknya kembali gagal. satu sama lain bergantian. Dan yang tak kalah aneh, mereka anggap saya bisa. barangkali saya terlalu angkuh untuk hal ini.

Saya, apakah saya harus berorientasi pada teman-teman?
berorientasi pada hasil yang buruk?
Tidak, saya harus bangkit. Kembali gigih. Dan tidak pernah menyerah. Sesuatu hal, akan perlu untuk diperjuangkan, demikian halnya dengan sebuah keberhasilan. Butuh pemikiran yang dalam sebelum bertindak. butuh aksi yang menggunakan pikiran, butuh hati yang tidak pernah puas untuk menekuninya, dan butuh evaluasi dan analisis yang dalam dari yang telah berlalu.

5 % dari pelajaran masa lalu, tapi 95% dari usaha saat ini dan kontinue ke depan. Jangan menyerah, !..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: