Tidak Takut Kalah

aku bisa jadi kehilangan emasku
Walau itu sebenarnya adalah impian di masa liburku sekarang
Walau aku sudah menuliskannya di kertas yang aku tempel di kaca,
Kertas yang kubaca tiap sore
Tapi mimpi itu tidak akan pernah berakhir
Tidak akan pernah luput olehku

Bisa jadi seminggu lalu adalah masa relaksasi bagiku
Aku sembuhkan luka
Aku torehkan kesalahan karna aku kecewa
Itu manusiawi
Aku berhak salah karna aku hanya semut diantara gurun pasir
Aku berhak pula melanggar setelah aku memohon
Itu semua proses
Dan aku tahu Tuhan marah
Namun Ia tetap menunggu masa jeraku
Dan itu bertahap
Aku harus perlahan

Yang lalu itu hanya sebuah misteri
Misteri yang setelah kulewati aku mengerti maksud teka-tekinya
Aku belajar walau lambat
Aku bersyukur
Dan itu buatku mengerti sekarang. Terimakasih

Kumau syair pujaanku : Chairil Anwar
Juga meresap di otakku
Mengalir di sela-sela nadiku
Kubawa ia dalam perjalananku
Aku mau..
Aku mau itu..
Aku mau tak seorangpun merayuku untuk jatuh
Aku mau biar daun berguguran di kala semi
Pohon bertatap, menerka diri
Melawan badai, aku masih sanggup kukuh didalamnya
Sekalipun jikalau tak ada badai dan jalan itu mulus,
Syukur benar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: